KMHDI Ajak Seluruh Kader Melihat Ancaman Krisis Iklim dan Deforestasi
DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA – Melihat semakin pesatnya peningkatan perubahan iklim serta deforestasi yang terjadi sekarang ini, Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) hadir untuk memberikan jawaban terhadap berbagai persoalan yang telah diuraikan sebelumnya, melalui Gerakan Mitigasi Bencana yang digelar dalam jaringan (daring).
Sebagai organisasi yang memiliki nilai-nilai religius, humanis, nasionalis, dan progresif, KMHDI memiliki peran yang sangat strategis, hadir dengan misi kemanusiaan guna melakukan pengabdian kepada masyarakat, salah satunya dalam usaha mengedukasi masyarakat untuk selalu waspada akan adanya bencana alam.
Berangkat dari hal tersebut di atas, maka Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) melalui Departemen Sosial Kemasyarakatan mengajak kader KMHDI se-Indonesia untuk terlibat aktif dalam mensukseskan Gerakan Tanggap Bencana Ancaman Krisis Iklim dan Deforestasi.
Kegiatan yang dilaksanakan bertajuk mengambil tema “Lingkungan Hidup di Era Disrupsi” yang bertujuan sebagai media dalam memberikan pemahaman maupun sebagai media informasi untuk kader KMHDI se-Indonesia maupun masyarakat umum dalam menanggapi atau menyikapi bahaya potensi bencana yang ada di Indonesia.
“Melalui kegiatan diskusi online ini diharapkan mampu membuka wawasan serta mencari jawaban atas perubahan iklim yang belakangan ini terjadi di Indonesia, yang diakibatkan tidak hanya dari faktor alam selain itu ada faktor dari manusia itu sendiri yang mengakibatkan perubahan iklim ini terjadi,” ungkap I Putu Yoga Saputra, Ketua Presidium PP KMHDI dalam sambutannya, pada Sabtu (11/12).
Adapun narasumber dalam kegiatan diskusi online ini menghadirkan Arie Rompas, Team Leader Forest Campaign Greenpeace Indonesia yang membawakan materi mengenai Keadaan iklim di Indonesia saat ini dan dampak deforestasi serta ada diisi juga oleh Era Purnama Sari, Wakil Ketua Bidang Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia yang membawakan materi landasan hukum mengenai deforestasi serta pembukaan lahan adat.
Kegiatan ini diikuti kurang lebih 100 partisipan dari kader-kader KMHDI di seluruh Indonesia. “Harapan besar kami diskusi ini menambah pengetahuan serta jejaring kader-kader KMHDI dalam terus menjaga lingkungan dan akan ada aksi nyata yang terlaksana bersama-sama dengan Greenpeace Indonesia dan juga bersama dengan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia setelah dari diskusi online yang dilaksanakan hari ini,” tutup Yoga Saputra. (*/sin)

Tinggalkan Balasan