Bandara Ngurah Rai Diserbu 306 Ribu Penumpang Terbang Jelang Nyepi & Lebaran 2026
DIKSIMERDEKA.COM DENPASAR – Lonjakan penumpang di Bandara Ngurah Rai tak terbendung. Menjelang Nyepi dan Lebaran 2026, ratusan ribu orang memadati bandara utama Bali, menjadikannya salah satu titik tersibuk di Indonesia.
Dari data Kementerian Perhubungan. Dalam lima hari saja, pergerakan penumpang tembus 306.749 orang, sementara jumlah penerbangan mencapai 1.842 pesawat. Angka ini menegaskan Bali kembali jadi magnet utama libur Lebaran.
Untuk mengantisipasi lonjakan ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan langsung turun tangan melakukan pengawasan intensif di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada 15–17 Maret 2026.
“Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang berada di bawah wilayah kerja Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV merupakan gerbang udara utama bagi masyarakat dan wisatawan yang hendak pulang kampung maupun berlibur di Bali. Oleh karena itu pengawasan angkutan udara penting dilakukan untuk memastikan maskapai penerbangan mematuhi peraturan yang berlaku,” kata Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali, Cecep Kurniawan.
Bali Jadi Primadona Lebaran
Data Posko Angkutan Lebaran menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun lalu.
Pergerakan pesawat naik 8,36 persen, sementara jumlah penumpang meningkat 3,03 persen.
Angka ini mempertegas posisi Bali sebagai destinasi favorit masyarakat selama musim liburan Lebaran 2026.
Maskapai Diawasi Ketat
Pengawasan yang dilakukan tidak main-main. Ditjen Hubud memeriksa berbagai aspek penting, mulai dari persetujuan terbang (flight approval) hingga pelayanan penumpang.
Maskapai seperti Garuda Indonesia dan Citilink Indonesia menjadi sampel dalam pengawasan tersebut.
Fokus utama adalah memastikan hak penumpang terpenuhi, termasuk:
- Informasi penerbangan yang jelas dan akurat
- Ketersediaan petugas layanan
- Kesiapan fasilitas bandara
Soal Delay, Maskapai Diminta Responsif
Kementerian Perhubungan juga memberi perhatian khusus terhadap penanganan keterlambatan dan pembatalan penerbangan.
Maskapai diminta menyiapkan petugas yang memiliki kewenangan penuh di lapangan serta mampu bersikap empati kepada penumpang.
Penumpang juga harus diberikan kemudahan untuk mengatur ulang perjalanan serta menerima kompensasi sesuai aturan jika terjadi delay.
Semua Pihak Disiagakan
Pihak otoritas bandara memastikan koordinasi lintas instansi terus diperkuat.
“Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya seperti TNI, Polri, AirNav Indonesia, Kantor Imigrasi, Operator Bandar Udara dan Badan Usaha Angkutan Udara untuk terus memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan operasional penerbangan di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai selama periode Angkutan Lebaran 2026,” tutup Cecep.

Tinggalkan Balasan