DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Sempat tertunda selama dua tahun akibat merebaknya Pandemi Covid-19, Bali International Choir Festival kembali digelar. Melalui penyelenggaraan festival ini diharapkan dunia paduan suara Indonesia semakin maju dan berkembang. 

Bali International Choir Festival tahun 2022 kali ini akan dimeriahkan secara langsung oleh sekitar 62 kelompok paduan suara. Sementara melalui virtual choir dimeriahkan oleh 31 kelompok paduan suara yang berasal dari 28 negara. 

Penyelenggaraan Bali International Choir Festival tahun 2022 yang akan dilangsungkan dari tanggal 25-28 Juli 2022 ini bertempat di tiga titik yakni Dharma Negara Alaya (DNA) sebagai tempat pembukaan, kemudian Gereja Yesus Gembala Yang Baik, dan tempat puncak sekaligus penutupan di Kartika Plaza.

Presiden Manager, Frederich Henoch Samalang, mengungkapkan, Bali International Festival merupakan festival paduan suara yang didalamnya terdapat program kompetisi, edukasi, kolaborasi, dan konser persahabatan. 

“Tujuan dari penyelenggaraan festival ini adalah dalam rangka memajukan dunia paduan suara Indonesia,” ujar Frederich Henoch saat ditemui di sela-sela kesibukan bertempat di  DNA Denpasar, Senin (25/07/2022).

Lebih lanjut, Frederich Henoch menceritakan bahwa, pada awalnya Bali International Choir Festival, fokus pada program edukasi, tetapi seiring waktu mulai merambah ke program kompetisi. Hal ini lantaran kebanyakan kelompok paduan suara Indonesia lebih suka berkompetisi.

“Jadi akhirnya kami variasikan kompetisi diisi dengan kegiatan edukasi. Melalui hal ini, kita harapkan kelompok paduan suara mendapat feat back langsung dan bisa berkonsultasi langsung kepada juri. Tujuan untuk meningkatkan performa kelompok paduan suara tersebut,” terangnya.

Terkait dengan dunia paduan suara di Bali, Frederich Henoch, melihat, dalam beberapa tahun belakang telah mengalami peningkatan. Hal ini ditandai dengan adanya antusiasme kelompok paduan suara. Selain itu juga, ditandai dengan munculnya para pengabah atau pemimpin paduan suara dari usia muda. 

“Kemarin ketika Pesparawi nasional, salah satu tim dari Bali, tim musik Gerejawi Bali mendapat posisi ketiga bersaing dengan Jawa Barat, dan tim-tim yang biasa menjadi juara di Pesparawi. Bali sebagai pendatang baru kini naik ke peringkat tiga keatas,” ungkapnya.

Melalui peningkatan dunia paduan suara di Bali, menurut Frederich Henoch, akan berdampak pada peningkatan lapangan kerja untuk para penyanyi. Selain itu, komposisi musik yang ada di Bali bisa lebih diperkenalkan lewat paduan suara kepada masyarakat dunia.

Pada kesempatan yang sama, salah satu wali kelompok paduan suara, Rusliana, mengatakan, pihaknya sangat antusias mengikuti Bali International Choir Festival tahun 2022. Hal ini lantara melalui event internasional ini, kita dapat mengenalkan kelompok paduan suara yang kita ampu kepada masyarakat dunia. 

“Mengikuti Festival ini juga menjadi keuntungan bagi anak-anak (kelompok paduan suara) untuk mencari pengalaman serta bisa saja menghantarkan prestasi bagi mereka. Dimana prestasi ini nantinya bisa digunakan untuk bersekolah di jenjang berikutnya,” tandas Rusliana. (Gus)