Sidang Kasus Pemalsuan Akta 5.5 Ha Tanah Mulai Bergulir di PN Klungkung

Sidang daring pembacaan dakwaan kasus dugaan pemalsuan akta autentik terdakwa IKT di PN Semarapura, Klungkung. (Foto: ist)

DIKSIMERDEKA.COM, KLUNGKUNG, BALI – Sidang perkara kasus dugaan tindak pidana pemalsuan atau penggelapan dengan menyuruh memasukan keterangan palsu dalam akta autentik atas terdakwa I Ketut Tamtam (IKT), mantan Kepala Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, Klungkung, mulai bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Semarapura, Klungkung, Selasa, 12 Oktober 2021.

Sidang dipimpin ketua majelis hakim Putu Endru Sonata SH, dengan agenda pembacaan dakwaan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) berlangsung secara daring. Surat dakwaan dibacakan oleh Jaksa Oka Mahendra SH. 

“Hari ini agenda sidang pembacaan dakwaan. Dibacakan oleh Jaksa Oka Mahendra SH sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Putu Endru Sonata, SH,” ujar Erfandi Kurnia Rahman, Kasi Intel Kejari Kelungkung saat dikonfirmasi awak media, Selasa 12 Oktober 2021.

Dalam sidang secara daring ini diikuti terdakwa dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Klungkung, tempat terdakwa ditahan. Diketahui sebelumnya, sidang agenda pembacaan dakwaan sempat tertunda dua kali lantaran pihak terdakwa belum siap dengan penasihat hukumnya.

Selanjutnya sidang akan dilanjutkan Senin pekan depan dengan agenda mendengarkan eksepsi atau keberatan dari penasihat hukum terdakwa atas dakwaan dari JPU.

“Terdakwa I Ketut Tamtam didakwa dengan pasal 266 ayat (1) KUHP Sub. Pasal 378 KUHP sub Pasal 372 KUHP dengan ancaman paling tinggi 7 tahun. Agenda selanjutnya eksepsi atau keberatan dari penasihat hukum terdakwa,” ungkap Erfandi Kurnia Rahman.

Kasi Intel Kejari Kelungkung, Erfandi Kurnia Rahman. (Foto: ist)

Seperti diketahui sebelumnya, kasus ini berawal adanya laporan polisi dari Ni Made Murniati (korban) pada Maret 2021. Dalam laporannya Nomor: LP/135/III/2021/BALI/SPKT tanggal 16 Maret 2021, korban mengaku telah ditipu oleh tersangka dalam jual beli tanah seluas 5.5 Ha.

Belakangan diketahui, tanah yang dijual bukan milik terdakwa. Hal tersebut diketahui setelah sebelumnya terdakwa IKT digugat dan dikalahkan oleh pihak yang mengaku sebagai pemilik sah atas objek tanah yang diperjualbelikan terdakwa kepada Ni Made Murniati.

Dalam rilis kasus yang disampaikan oleh Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol Ary Satriyan SIK, MH, bersama Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bali di halaman depan lobby kantor setempat, Selasa 14 September 2021, terdakwa ditetapkan tersangka setelah korban, saksi-saksi, dan terlapor diperiksa dan keterangannya dituangkan dalam berita acara pemeriksaan, ditemukan 2 alat bukti yang cukup selanjutnya dilakukan gelar perkara penetapan tersangka. (Tim)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button